Kerajaan-Kerajaan
yang Bercorak Hindu-Budha Di Indonesia
1. Hindu
a. Kerajaan Kutai
Ø Kerajaan Hindu pertama dan tertua di Indonesia
Ø Terletak di Kutai, Kalimantan Timur
Ø Pusat pemerintahan di hulu sungai Mahakam
Ø Peninggalannya berupa 7 buah Yupa
Ø Raja pertamanya adalah Raja Kudungga, tapi puncak kejayaan pada masa Raja
Mulawarman
b. Kerajaan Tarumanegara
Ø Terletak di Jawa Barat di Lembah Sungai Citarum dan Sungai Cisadane
Ø Sumber-sumber kerajaan :
v Prasasti : Ciaruteun, Koleangkak, Kebun Kopi, Jambu, Muara Cianten, Tugu, Pasir Awi,
Lebak(Cidanghiang)
v Arca : Arca
Rajarsi dan Arca Dewa Wisnu
v Berita dari Cina : Kronik
Dinasti T’ang
c. Kerajaan Mataram Kuno
Ø Abad ke 7 sampai ke-13
Ø Lokasinya di pedalaman Jawa Tengah
Ø Terdapat 2 dinasti di kerajaan Mataram Kuno, yaitu Dinasti sanjaya dan
Dinasti Syailendra
Ø Dua dinasti di kerajaan Mataram Kuno tercantum dalam 2 prasasti, Prasasti
Kalasan dan Prasasti Balitung, yang berisi :
1.
Raja yang memerintah dari keluarga Sanjaya
2.
Penguasa tertinggi ada pada Syailendra
3.
Candi-candi di Jawa Tengah Utara bercorak Hindu,
sedangkan di Jawa Tengah Selatan bercorak Budha
d. Kerajaan Medang
Kamulan
Ø Awalnya berlokasi di pedalaman Jawa Tengah, kemudian oleh Mpu Sindok
dipindahkan ke Jawa Timur
Ø Sumber berita kerajaan, ada prasasti Mpu Sindok dan Prasasti Kalkuta
Ø 5 alasan Mpu Sindok memindahkan pusat kerajaan dari Jawa Tengan ke Jawa
Timur
1.
Adanya bendana alam (Terutama gunung meletus)
2.
Adanya wabah penyakit
3.
Menghindari serangan dari musuh-musuhnya, terutama
Kerajaan Sriwijaya
4.
Mencari sungai-sungai besar
5.
Jawa Timurmerupakan jalur perdagangan utama
(Maluku-Malaka)
Ø Raja Airlangga membagi 2 kerajaan :
a. Kerajaan Medang Kamulan (Beribukota di Jenggala)
b. Kerajaan Kediri (Beribukota di Daha)
Ø Tujuan Raja Airlangga membagi 2 kerajaan yaitu untuk menghindari
perebutan kekuasaan oleh keturunan-keturunannya
e. Kerajaan Singasari
Ø Raja pertama sampai ketiga semuanya meninggal
1.
Ken Arok dibunuh Anusapati
2.
Anusapati dibunuh Toh Jaya(keturunan Ken Arok)
3.
Toh Jaya dibunuh Ranggawuni(keturunan Anusapati)
Ø Mencapai puncak kejayaan pada masa Raja Ranggawuni atau Raja Wisnuwardana
Ø Raja terakhirnya Kartanegara
f.
Kerajaaan Majapahit
Ø Terletak di Trowulan, Jawa Timur
Ø Puncak kejayaannya pada Raja Hayam Wuruk
Ø Faktor keberhasilan/kemajuan Majapahit :
1.
Sistem pemerintahannya yang teratur
2.
Memiliki angkatan perang yang sangat kuat
3.
Kemajuan dalam bidang perdagangan
4.
Kemajuan dalam bidang kebudayaan
5.
Kepintaran dari Patih Gajah Mada dalam mengatur
strategi ‘Sumpah Palapa’
Ø Faktor kemunduran/keruntuhan Majapahit :
1.
Terjadinya perang saudara yaitu perang paregreg
2.
Tidak adanya penerus kepemimpinan dalam keluarga
kerajaan
3.
Terjadinya Nepotisme (Pewarisan tahta pada keluarga
kerajaan)
4.
Kemunduran dalam bidang perdagangan
5.
Masuk dan berkembangnya pengaruh islam di Indonesia
dan Jawa Timur
2. Budha
a. Kerajaan Sriwijaya
Ø Terletak di Palembang, Sumatra Selatan
Ø Sumber berita kerajaan :
1.
Prasasti :
Kedukan Bukit, Karang Berahi, Ligor, dll
2.
Berita dari Cina, India, dan Arab
3.
Hasil budaya :
Candi Gumpang, Candi Muara Takus, Candi Gedong 1 dan 2
4.
Vihara dan Arca-Arca
5.
Artefak
Ø Puncak kejayaan pada Raja Balaputradewa abad ke-8M
Ø Faktor pendorong kemajuan Kerajaan Sriwijaya :
1.
Letaknya strategis, yaitu di selat Malaka
2.
Selalu ada kapal-kapal yang singgah do perairan
selat Malaka
3.
Keruntuhan Kerajaan Funan
Ø Faktor keruntuhan Kerajaan Sriwijaya :
1.
Serangan dari Jawa Timur oleh Raja Dharmawangsa
2.
Serangan dari Kerajaan Cola yang berlokasi di India
Selatan
3.
Negara-negara taklukannya saling melepaskan diri
4.
Terdesak oleh perkembangan Kerajaan Thai dari
Thailand
5.
Karna adanya ekspedisi Pamalayu
6.
Serangan dari Kerajaan Majapahit (1477)
7.
Munculnya Kerajaan Islam, Kerajaan Samudra Pasai
b. Kerajaan
Kalingga/Holing
Ø Diperkirakan berusia 7M
Ø Lokasinya sampai sekarang masih diperdebatkan
Ø Sumber-sumber kerajaan :
1.
Berita dari Cina
2.
Berita I-tsing
3.
Prasasti Tuk Mas
Ø Dipimpin oleh ratu bernama Sima (Ratu yang baik, bijaksana, dan keras)

